Tentang Kami

Sejarah Toko Emas Putera

Dari Es Lilin Hingga Putera Emas - Perjalanan 70 Tahun Kepercayaan

Perjalanan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dan kisah Toko Emas Putera adalah bukti nyata bahwa anugerah Tuhan, kerja keras, dan kejujuran berlandaskan doa bisa mengubah keterbatasan menjadi warisan.

Bermula dari Keterbatasan

Budi Santosa (The Ho Lian) lahir dari pasangan Budiono (The Teng Djin) Dan Setyiati (Ting Awet Nio) Ia merupakan anak ke 2 dari 4 bersaudara tumbuh dan besar dalam ekonomi yang sederhana, membuatnya hanya mampu menempuh Pendidikan formal sampai jenjang smp. Beliau tak menyerah begitu saja sejak kecil Ia terbiasa bekerja untuk membantu ekonomi keluarga.

Berbagai pekerjaan mulai beliau tekuni dari berjualan es lilin di depan rumah dan menitipkan produk jualanya pada warung-warung di sekitar rumah, sampai berjualan hasil bumi seperti cengkeh dan kopi.

Pada tanggal 18 maret 1965, Budi Santosa (The Ho Lian) resmi menikah dengan Setianingsih (Ang Kiem Hwa) dari pernikahan tersebut mereka di karuniai 4 anak laki-laki. Untuk ekonomi keluarga yang lebih baik berbagi usaha mulai diperluas dan dikembangkan lagi, lalu mulai menjalankan armada angkutan kota Teguh Lancar.

Dari proses, sampai sebuah ketekunan dan dari setiap keringat. Mengumpulkan setiap rupiah beliau belajar arti sebuah kerja keras, dan kepercayaan pelanggan.

Titik Balik di Usia 18 Tahun

Di usia 18 tahun, takdir mempertemukan Budi Santosa (The Ho Lian) dengan seorang teman yang memiliki toko emas. Dari situlah beliau belajar tentang dunia emas. Tentang kejujuran dalam timbangan, tentang bagaimana melayani dengan hati, dan tentang kepercayaan yang jauh lebih mahal dari emas itu sendiri.

Berbekal ilmu dan keberanian, pada tanggal 21 Mei 1957, lahirlah TOKO EMAS PUTERA. Lokasi pertama berada di Sokaraja Wetan, tepat di depan Pegadaian.

Bersama istri terkasih, Ibu Setianingsih (Ang Kiem Hwa), toko kecil ini dijalankan dengan sepenuh hati. Buka toko pagi, tutup larut malam. Melayani satu per satu pelanggan dengan jujur. Tidak ada cara cepat. Hanya ada ketekunan.

Tumbuh karena Kepercayaan

Tahun demi tahun, nama Toko Emas Putera semakin dipercaya. Dari mulut ke mulut, dari satu keluarga ke keluarga lain.

Sejak tahun 1980-an, toko pindah dan menetap di lokasi yang lebih besar di Jalan Jenderal Sudirman No. 484, Sokaraja.

Di tempat inilah Putera Emas bertumbuh menjadi salah satu toko emas rujukan masyarakat Sokaraja dan sekitarnya. Bukan karena besarnya tempat, tapi karena besarnya komitmen untuk melayani.

Babak Baru: Putera Emas

Memasuki tahun 2019 babak baru dalam sejarah perkembangan dimulai, memperluas jangkaunya dengan membuka cabang baru pada tanggal 1 September 2019 yang berlokasikan di Jln.Baturraden Timur (Depan Pasar Kemukusan) Banteran, Sumbang.

Seiring perkembangan zaman dan motivasi kami untuk terus melangkah maju pada tanggal 1 januari 2027 toko Emas Putera Sokaraja dan Banteran resmi berganti nama baru Putera Emas Sebuah nama yang di harapkan selalu dekat dan familiar di telinga pelangan muda.

Perubahan ini bukan untuk melupakan sejarah, melainkan untuk merangkul masa depan. Agar lebih relevan, lebih segar, dan lebih dekat di hati generasi muda.

Motto yang Tidak Pernah Berubah

Selama hampir 70 tahun, hanya ada 1 hal yang tidak pernah berubah:

“Membuat Pelanggan Bahagia”

Komitmen ini diwujudkan dalam 2 hal:

  1. Menawarkan produk perhiasan terbaru - Desain kekinian, model up to date, mengikuti tren anak muda tanpa meninggalkan nilai emas.

  2. Pembelian kembali dengan harga yang baik - Karena kami percaya, hubungan dengan pelanggan bukan hanya saat menjual, tapi juga saat membeli kembali.

Dari anak SMP penjual es lilin dan rempah, pemilik angkutan kota, hingga pendiri sebuah warisan.

Dari sebuah ruko kecil depan pegadaian di tahun 1957, hingga kini telah bertransformasi menjadi Gedung baru di pusat sokaraja. Tempat bertumbuh dan tempat pulang bagi para pelangan setia

Putera Emas dengan memegang penuh kepercayaan pelangan. Warisan nilai kejujuran dan pelayanan sepenuh hati.

PUTERA EMAS bukan hanya tentang emas.

Ini tentang anugerah Tuhan, kerja keras berbekal kejujuran dan berbungkus doa yang di berikan Bapak Budi Santosa (The Ho Lian) dan Ibu Setianingsih (Ang Kiem Hwa)

Ini tentang kepercayaan Anda selama puluhan tahun.

Dan ini tentang janji kami untuk terus melayani dengan sepenuh hati.

Terima kasih telah menjadi bagian dari sejarah kami. Mari terus melangkah bersama menuju masa depan yang berkilau

Terakhir diperbarui: 24 Agustus 2026